MTsN 22 Jakarta Timur Perkuat Gerakan Ekoteologi melalui Aksi Nyata melalui program STOP (Selasa Tanpa Operasi Plastik)

MTsN 22 Jakarta Timur Perkuat Gerakan Ekoteologi melalui Aksi Nyata melalui program STOP (Selasa Tanpa Operasi Plastik)

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan terus ditunjukkan oleh MTs Negeri 22 Jakarta Timur melalui implementasi program Ekoteologi. Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap inisiatif Kementerian Agama RI dalam membangun kesadaran ekologis yang berakar pada etika spiritual dan tanggung jawab kemanusiaan.

Aksi Nyata ditunjukan oleh seluruh civitas akademika MTsN 22 Jakarta Timur secara aktif menjalankan gerakan STOP (Selasa Tanpa Operasi Plastik). Program ini diinisiasi oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 22 Jakarta Timur dan dilaksanakan oleh Madrasah untuk mendorong siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa wadah makan dan minum yang dapat digunakan berulang kali. Langkah sederhana ini menjadi simbol perubahan perilaku kolektif yang berdampak signifikan terhadap pengurangan limbah plastik di lingkungan madrasah.

Program ini telah disosialisakan oleh HUMAS MTsN 22 Jakarta kepada Orang Tua/Wali Murid (OTM), Pengelola Kantin Madrasah, Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Siswa/i MTsN 22 Jakarta Timur untuk sama-sama bersinergi dan membentuk karakter baik, yang nantinya diharapkan menjadi budaya madrasah yang efektif untuk menjaga lingkungan. Program ini dilaksanakan setiap hari selasa, siswa dianjurkannmembawa bekal dari rumah menggunakan tempat makan ramah lingkungan, begitu pun dengan pembelian makanan/mimuman di kantin dengan menyiapkan wadah dari rumah.

Kepala madrasah, Syarif Cecep, S.T., menegaskan bahwa program Ekoteologi bukan sekadar kampanye lingkungan, melainkan bagian dari pendidikan karakter. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari iman dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pendekatan ini mengintegrasikan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai landasan praktis dalam kehidupan sehari-hari siswa.

SHARE :
AGENDA
LINK TERKAIT